Rabu, 21 Desember 2016

Prospek Pertanian 2017 Lebih Baik




TEMPO.COJakarta - Menteri Pertanian era Presiden Megawati Soekarnoputri, Bungaran Saragih menyatakan kondisi pertanian Indonesia pada 2017 akan lebih baik dibandingkan 2016 sebagai dampak kondisi ekonomi global yang membaik.

Dalam seminar "Agrina Agribusiness Outlook 2017: Tantangan dan Peluang Agribisnis 2017" di Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016, dia mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir sudah terlihat tanda-tanda kebangkitan ekonomi global. "Menurut para ahli, pertumbuhan ekonomi dunia, dan saya sependapat, sudah naik lagi walaupun bukan puncaknya. Baru akan keluar dari kesulitan paling parah 2017," katanya.

Tahun 2017, lanjutnya, merupakan tahun kebangkitan ekonomi dunia dan tanda-tanda tersebut terlihat dari naiknya harga-harga komoditas termasuk komoditas pertanian, meskipun belum besar namun trennya meningkat. "'Prospeknya, 2017 secara global akan lebih baik untuk progress," katanya.

Bungaran menyebutkan, Trump Effect juga akan memberikan pengaruh terhadap sektor pertanian Indonesia. Trump menilai perdagangan bebas atau free trade merugikan Amerika. Dengan Trump Effect, menurut Bungaran, Presiden AS Donal Trump akan mementingkan negerinya. Ini akan menimbulkan kepercayaan atau prospek baru untuk bisnis. "Investasi yang mengalir dari Amerika akan kembali ke Amerika, ini akan berpengaruh buat Indonesia," katanya.





Guru Besar Institut Pertanian Bogor itu menyatakan, tanda-tanda Trump Effect yakni tekanan terhadap mata uang rupiah. Nilai tukar dolar AS menguat, nilai rupiah melemah, ujarnya, buat sebagian kalangan hal ini merupakan penderitaan, namun buat petani menyenangkan. 

"Artinya, impor akan lebih sulit masuk ke Indonesia, sedangkan ekspor mudah masuk ke AS. Makanya tidak akan susah mencegah impor masuk. Buat pertanian, ini akan baik, impor sulit, harga pertanian tinggi dan petani untung," katanya.





Bungaran menyatakan, pengaruh lain terhadap sektor pertanian, yakni acara Asian Games 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Ini perhelatan oleh raga paling besar di Asia, meskipun tidak sebesar Olimpiade, namun buat Indonesia dan Asia ini besar sekali. "Apa yang tumbuh? Bukan beras yang tumbuh, namun hortikultura. Olah ragawan membutuhkan produk hortikultura yang baik dan segar," katanya.

Selain itu, daging dan telur akan meningkat pula konsumsinya, begitu juga susu dan gula. Komoditas lain yang akan meningkat pertumbuhannya pada tahun depan, menurut Bungaran Saragih yakni, kelapa sawit. Hal itu karena devaluasi mata uang rupiah.





Menguatnya dolar AS terhadap rupiah, katanya, berdampak pada mahalnya harga kedelai. Dan jagung akan lebih mahal. "Sawit akan lebih prospektif di tahun 2017 dari 2016, apalagi kalau konsumsi dalam negeri lebih tinggi lagi. "





Bungaran menyatakan, pada 2015 terjadi fenomena alam El Nino yang mengakibatkan kebakaran dan kekeringan di mana-mana, sehingga produksi pertanian menurun. Sementara 2016 terjadi La Nina yang berdampak pada produksi pertanian yang kembali meningkat dibandingkan tahun 2015, sehingga tren suplai produk pertanian dalam negeri akan meningkat pada 2017. "Pada 2017, subsektor sistem dan usaha agribisnis lebih bagus dari 2016. Tapi lebih bagus itu siapa yang akan mengambilnya,?" kata Bungaran bertanya. *

ANTARA



Selasa, 20 Desember 2016

PRODUK BINTANG ASIA

Inovasi anak negeri, menghasilkan banyak benih unggul dan berkualitas multinasional




Kementan perketat peredaran benih hortikultura



Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mengambil kebijakan untuk memperketat peredaran benih hortikultura menyusul pemusnahan benih cabai ilegal asal Tiongkok oleh Badan Karantina Pertanian, Kamis (8/12) lalu.

Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono K di Jakarta, Minggu, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi kemungkinan tersebarnya benih tersebut ke wilayah lain di luar tempat ditemukannya penanaman benih cabai tersebut yakni Desa Sukatani, Kecamatan Sukamakmur, Bogor.

"Kami akan menurunkan Pengawas Benih Tanaman untuk memperketat peredaran benih hortikultura, terutama cabai," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menurunkan tim maupun petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) untuk melakukan survei ke pertanaman aneka cabai dan tanaman hortikultura lainnya di Bogor dan sekitarnya.guna mengantasipasi penyebaran penyakit yang terkandung dalam benih ilegal asal Tiongkok tersebut.

Menurut Badan Karantina Pertanian, benih cabai ilegal asal Tiongkok tersebut positif mengandung bakteri Erwinia Chrysanthemi, yang merupakan Orgasnime Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK) golongan A1 atau belum ada di Indonesia dan tak dapat diberi perlakuan apapun selain pemusnahan.

Beberapa waktu lalu Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta telah memusnahkan sebanyak 1 kg benih cabai dengan bahasa Cina, 5000 tanaman cabai dan 1 kg benih bawang daun.

Spudnik menyatakan, bakteri Erwinia Chrysanthemi dapat menimbulkan kerusakan ataupun kegagalan produksi hingga 70 persen, selain itu bakteri ini juga dapat menular atau menyerang pada berbagai tanaman lainnya termasuk aneka bawang, kentang, dan sawi.

"Bila menyerang tanaman-tanaman tersebut maka kerugian ekonomi Indonesia akan lebih besar," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya siap melakukan sosialisasi ke Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengenai gejala serangan bakteri Erwinia Chyrsathemi pada beberapa tanaman hortikultura.

Selain itu Dirjen Hortikultura mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten dan Kota lebih memantau produsen benih serta untuk lebih selektif dalam pemberian rekomendasi terhadap orang asing terutama terhadap benih-benih yang akan dikembangkan.

Pemasukan benih hortikultura termasuk benih cabai ke Indonesia, lanjutnya, harus mendapat persetujuan Menteri Pertanian, dan terlebih dulu harus dilakukan uji keunggulan varietasnya serta mendapat persetujuan Badan Karantina guna menghindari masuknya OPT.

"Pemasukan (benih) cabai ke Indonesia dilakukan hanya untuk menambah kekayaan plasma nutfah, untuk bahan pemuliaan," katanya.

Pada kesempatan itu Dirjen Hortikultura menyampaikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Kelas 1 Bogor yang telah mengamankan empat orang WNA asal Tiongkok yang melakukan aktivitas bercocok tanam di Desa Sukadamai Kabupaten Bogor. 

(S025/I007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016

PRODUK BINTANG ASIA

Benih Tomat Keriting
Wardah F1

Tahan virus
Tahan simpan (3 minggu sampai 4 minggu)
Buah lebat
Adaptasi Luas (dataran rendah sampai tinggi)